PESAN PERTAMA ABON PADA TU SOP KECIL SAAT MASUK MUDI MESRA

0 Comments 1:00 PM


PESAN PERTAMA ABON PADA TU SOP KECIL SAAT MASUK MUDI MESRA

Waktu itu, Tu Sop kecil yang baru sekira dua bulan menyelesaikan sekolah SMP-nya diantar sang ayah, Abu Wahab Jeunieb untuk mondok di MUDI Mesjid Raya, Samalanga. Sesampai di MUDI Mesra, keduanya disambut langsung oleh Abon Abdul Aziz yang tak lain adalah paman Tu Sop sendiri.

Pertemuan dua keluarga yang tak asing ini tenta saja dibumbui dengan suasana keramahan dan beragam cerita, apalagi Abu Wahab dan Abon Aziz tak hanya sekedar terikat hubungan iparan, tetapi keduanya sudah menjalan keakraban saat sama-sama masih mondok di Dayah Darussalam, Labuhan Haji, Aceh Selatan, Pimpinan Abuya Muda Wali Al Khalidy.

Diakhir pembicaraan, Abu Wahab mengutarakan niatnya untuk menitipkan Tu Sop pada Abon untuk dididik dan ditempa dengan ilmu agama. Abu Wahab ingin kelak Tu Sop bisa mengikuti jejak keduanya menjadi seorang ulama.

Menyahuti keinginan Abu Wahab, Abon menoleh ke arah keponaannya itu, Tu Sop. Dengan lisannya yang fasih, Abon menitipkan pesan yang membekas hingga sekarang dalam dada. Dan berbekal ini kemudian Tu Sop benar-benar menjadi pelanjut estafet pamannya itu sebagai ulama.

Tak banyak memang rangkain kata yang Abon utarakan, tetapi kata-kata bak lautan yang dalam. Memiliki kandungan arti yang tak mudah diimplementasikan.

Abon dengan sungguh-sungguh berpesan pada Tu Sop: “Tanyoe dalam ta udep nyoe, menyoe peurle berhasil, yang bek sagai-sagai gadoh ta peu saban-saban droe teuh ngon gob. Lam ta beut lage nyan sit. Menyoe peurle malem bek gadoh peu saban droe lage gob. Gob hana di meu ulang tanyoe pih hana ta meu ulang. Gob lale tanyoe pih lale”

Sumber: Tu Sop Ditulis oleh Tgk. Ihsan Jeunieb

This site is using SEO Baclinks plugin created by Cocktail Family

Leave a Reply

Related Post

%d bloggers like this: