Menyambut Bulan Ramadhan, Bahasan Fiqih Praktis Tentang Bab Puasa

0 Comments 4:03 PM


Istimewa

โณMenyambut Bulan Ramadhan Kita Bahas Fiqih Praktis Tentang Bab Puasa.

๐ŸŸชEdisi 4๐ŸŸช

2. Muntah dengan sengaja
Muntah dengan sengaja akan memba-talkan puasa baik dilakukan dengan wajar atau tidak, baik dalam keadaan darurat atau tidak.

Seperti dengan sengaja mencari bau yang busuk lalu diciumi hingga muntah atau memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya agar bisa muntah.
Berbeda jika muntah yang terjadi karena tidak disengaja maka hal itu tidak membatalkan puasa kita, dengan syarat :

โ€ข Kita tidak boleh menelan ludah yang
ada di mulut kita sehabis muntah
sebelum kita mensucikan mulut kita terlebih dahulu dengan cara berkumur dengan air suci. Jika di saat kita belum berkumur kemudian kita langsung menelan ludah kita maka puasa kita menjadi batal sebab muntahan ada- lah najis dan mulut kita telah menjadi najis karena muntahan, sehingga ludah kita telah bercampur dengan najis yang jika ditelan akan mem- batalkan puasa karena yang ditelan
bukan lagi ludah yang murni akan tetapi ludah yang najis.

Jika ada orang menggosok gigi kemudian dia itu biasanya tidak muntah maka di saat dia gosok gigi tiba-tiba muntah maka tidak batal, akan tetapi jika dia tahu kalau biasanya setiap menggosok gigi akan muntah maka hukum menggosok gigi yang semula tidak haram menjadi haram dan jika ternyata benar-benar muntah maka puasanya menjadi batal.

Jika ada orang yang kemasukan lalat sampai melewati tenggorokannya kemudian dia berusaha untuk menge-luarkannya maka menjadi batal karena sama saja seperti muntah yang disengaja.

Berbeda dengan dahak, jika seseorang berdahak maka hal itu dimaโ€™afkan dan tidak membatalkan puasa akan tetapi dahak yang sudah keluar melewati tenggorokan tidak boleh ditelan dan itu membatalkan puasa. Batas tenggorokan adalah tempat keluarnya huruf โ€œHAโ€ ( makhraj huruf ” ุญ”)*.

3. Bersenggama
Melakukan hubungan suami istri itu membatalkan puasa. Yang dimaksud bersenggama adalah jika seorang suami telah memasukkan semua bagian kepala kemaluannya ke lubang kemaluan sang istri dengan sengaja dan sadar kalau dirinya sedang berpuasa maka saat itu puasanya menjadi batal (dalam hal
ini sama hubungan yang halal atau
yang haram seperti zina atau melalui
lubang dubur atau dengan binatang).

Adapun bagi sang istri biarpun yang masuk belum semua bagian kepala kemaluan sang suami asal sudah ada yang masuk dan melewati batas yang terbuka saat jongkok maka saat itu puasa sang istri sudah batal.

Dan batalnya BUKAN karena bersenggama tapi masuk dalam pembahasan batal karena masuknya sesuatu ke lubang kemaluan.

Bagi suami yang membatalkan puasanya dengan bersenggama dengan istrinya dosanya amat besar dan dia harus membayar kafarat dengan syarat berikut ini:

a. Dilakukan oleh orang yang wajib
baginya berpuasa
b. Dilakukan di siang bulan puasa
c. Dia ingat kalau dia sedang puasa
d. Tidak karena paksaan
e. Mengetahui keharomannya atau
dia adalah bukan orang yang bodoh
f. Berbuka karena bersenggama Dan bagi orang tersebut
dikenai hukuman:

  1. Mengqodho puasanya
  2. Membayar kafarat (denda)
    Kafarat (denda) berseng- gama di siang hari bulan ramadhan adalah:
    A. Memerdekakan
    budak
    B. Puasa selama dua
    bulan berturut-
    turut
    C. Memberikan makan kepada 60
    faqir miskin dengan syarat makanan
    yang bisa digunakan untuk zakat fitrah.

Denda yang harus dibayar salah satu saja dengan berurutan. Jika
tidak mampu bayar A maka bayar B,
jika tidak mampu maka bayar C.

Bersambung

Disadur dari tulisan Buya Yahya, edisi lengkap ada di Telegram mmr_aceh
๐Ÿ‘‡
https://t.me/mmr_aceh

๐Ÿ’กBismillah. Bagi yang masih bingung, silahkan ditanyakan. InsyaAllah Gure-gure kita di grup akan menjawabnya

โ€ขโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ—Žโ…โ€โฆโ™ฅโฆโ€โ…โ—Žโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโ€ข

Majelis Mahabbah Rasulullah

This site is using SEO Baclinks plugin created by Cocktail Family

Leave a Reply

Related Post

Mutiara Ramadhan Hari Ke 14Mutiara Ramadhan Hari Ke 14



Mutiara Ramadhan Hari Ke-14 Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bertadarus Al Quran bersama Malaikat Jibril Ibnu โ€˜Abbas Radhiallahu โ€˜Anhuma menceritakan: ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฌูุจู’ุฑููŠู„ู ูŠูŽู„ู’ู‚ูŽุงู‡ู ูููŠ ูƒูู„ูู‘ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ููŽูŠูุฏูŽุงุฑูุณูู‡ู ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ

%d bloggers like this: