Menyambut Bulan Ramadhan, Bahasan Fiqih Praktis Tentang Bab Puasa

0 Comments 3:40 PM


Istimewa

*โณMenyambut Bulan Ramadhan Kita Bahas Fiqih Praktis Tentang Bab Puasa.*

*๐ŸŸจEdisi 8๐ŸŸจ*

*4. Orang tua*
Orang tua (lanjut usia) yang berat untuk melakukan puasa diperkenankan untuk meninggalkan
puasa.

*5. Bepergian (musafir)*
Semua orang yang bepergian boleh meninggalkan puasa dengan ketentuan sebagai berikut ini :
a. Tempat yang dituju dari tempat
tinggalnya tidak kurang dari 84 km.
b. Di pagi (saat subuh) hari yang ia
ingin tidak berpuasa ia harus sudah berada di perjalanan dan keluar dari wilayah tempat tinggalnya (minimal batas kecamatan).

Misal: Seseorang tinggal di Cirebon ingin pergi ke Semarang.
Jarak antara Cirebon – Semarang adalah 200 km (tidak kurang
dari 84 km). Ia meninggalkan Cirebon jam 2 malam (Sabtu dini hari). Subuh hari itu adalah jam 4 pagi.
Pada jam 4 pagi (saat subuh) ia sudah keluar dari Cirebon dan masuk Brebes. Maka di pagi hari Sabtunya ia sudah boleh meninggalkan puasa.

Berbeda jika berangkatnya
ke Semarang setelah masuk waktu subuh, Sabtu pagi setelah masuk waktu subuh masih di Cirebon.
Maka di pagi hari itu ia tidak boleh meninggalkan puasa karena sudah masuk subuh ia masih ada di rumah.Tetapi ia boleh meninggalkan puasa
di hari Ahadnya, karena di subuh hari
Ahad ia berada di luar wilayahnya.

*Catatan* :
Seseorang dalam bepergian akan dihukumi mukim (bukan musafir
lagi) jika ia niattinggal di suatu tem- pat lebih dari 4 hari.
Misal orang yang
pergi ke Semarang tersebut dalam contoh saat di Tegalia sudah boleh berbuka dan setelah sampai di Semarang juga tetap boleh berbuka
asalkan ia tidak bermaksud tinggal di
Semarang lebih dari 4 hari.Dan jika ia berniat tinggal di Semarang lebih dari 4 hari maka semenjak ia sampai Semarang ia
sudah disebut mukim dan tidak boleh meninggalkan puasa dan juga tidak boleh mengqosor Shalat.
Untuk dihukumi mukim tidak harus menunggu 4 hari seperti kesalah-pahaman yang terjadi pada sebagian orang, akan tetapi kapan
ia sampai tempat tujuan yang ia niat akan tinggal lebih dari 4 hari ia sudah disebut mukim.

*6. Hamil*
Orang hamil yang khawatir
akan kondisi :
a. Dirinya, atau
b. Janin (bayinya).

*7. Menyusui*
Orang menyusui yang khawatir akan kondisi :
a. Dirinya atau
b. Kondisi bayi yang masih di bawah
umur 2 tahun hijriyah.

Bayi di sini tidak harus bayinya sendiri akan tetapi bisa juga bayi orang lain.

*_Bersambung_*

Disadur dari tulisan Buya Yahya, edisi lengkap ada di Telegram mmr_aceh
๐Ÿ‘‡
https://t.me/mmr_aceh

๐Ÿ’กBismillah. Bagi yang masih bingung, silahkan ditanyakan. InsyaAllah Gure-gure kita di grup akan menjawabnya

*โ€ขโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ—Žโ…โ€โฆโ™ฅโฆโ€โ…โ—Žโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโ€ข*

*_Majelis Mahabbah Rasulullah_*

This site is using SEO Baclinks plugin created by Cocktail Family

Leave a Reply

Related Post

%d bloggers like this: