Perkara Yang Membatalkan Puasa

0 Comments 3:30 PM


* _*SENTILAN HATI*_ *

_*BAB FIQIH*_

*Perkara Yang Membatalkan Puasa*

_Yang membatalkan puasa ada dua bagian:_

*1. Bagian yang membatalkan pahala puasa, bukan puasanya secara dhahir.*
Sehingga tidak mewajibkan qodho. Dan bagian ini dinamakan *Penghancur*.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, _”Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan apapun kecuali lapar dan dahaga.”_

*_Yang membatalkan pahala puasa ialah:_*

*a. Ghibah.*
_Yaitu membicarakan muslim lain dengan sesuatu yang dia tidak suka, meskipun itu perkara yang benar._ Seperti gosip, atau mencela tinggi seseorang, dsb

*b. Namimah.*
_Yaitu mengadu domba antar orang agar terjadi keretakan hubungan._

*c. Berbohong.*
_Yaitu mengatakan perkara yang tidak benar._

*d. Melihat sesuatu yang haram (seperti aurat bukan mahrom), atau melihat sesuatu yang halal dengan syahwat (misal lihat istri dengan syahwat).*

*e. Sumpah Palsu.*

*f. Berkata dusta, melakukan maksiat*

_2. Bagian yang membatalkan puasa sehingga wajib qodho._

Batal nya puasa itu terjadi karena salah satu dari perkara di bawah ini :

*1. Murtad (Terputus nya islam)*
Maksudnya :
Batal puasa karena murtad walaupun sebentar, jadi misalnya orang berpuasa kemudian dia murtad / dia melakukan hal-hal yang bisa membuatnya keluar dari Islam, seperti hormat pada sesembahan orang kafir atau meremehkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam atau syi’ar agama yang lainnya, maka batal puasanya. (Mudah-mudahan kita semua tetap dalam lindungan Allah supaya tetap dalam iman Islam sampai akhir hayat. Aamiin)

*2. Haid*

*3. Nifas*
Maksudnya :
Batal puasa kita karena keluarnya darah haid atau nifas walaupun sebentar. Misal sebelum Maghrib 1 menit, dia keluar darah haidh, maka puasanya batal.

*4. Melahirkan*
Maksudnya :
Batal puasa kita karena melahirkan anak, walaupun setelah keluar nya bayi tidak melihat darah yang keluar, tetap batal puasa nya.

*5. Gila*
Maksudnya :
Batal puasa kita karena gila, walaupun sebentar saja gila nya.

*6. Pingsan*

*7. Mabuk*
Maksudnya :
Batal puasa kita karena pingsan atau mabuk jika meliputi semua siang (sehari) dengan disengaja.
Tidak batal kalau tidak sengaja (seperti di paksa mabuk / kepala nya di benturkan ke tembok kemudian pingsan) meskipun sehari.
Dan tidak batal juga jika dia sadar sebentar di siang hari. Jadi misalnya pagi pingsan, kemudian siang 5 menit sadar, setelah itu pingsan lagi hingga maghrib, tidak batal puasanya.

*8. Melakukan hubungan suami-istri.* Jika dia melakukan perkara itu sengaja dan tahu akan keharamannya, tidak dipaksa, maka batal puasanya. Walaupun melakukan hal itu lewat jalan belakang, atau pada binatang.
Jika dia merusak puasa Ramadhan dengan hubungan suami-istri yang sempurna, yang dia berdosa karenanya, maka dia mendapatkan lima perkara ini:

*a. Dosa yang besar*
*b. Wajib imsak (tetap tidak makan dan minum hingga berbuka)*
*c. Mendapatkan hukuman dari hakim bagi yang tidak bertaubat.*
*d. Wajib qodho puasanya*
*e. Wajib membayar kafarah yang besar.*
Yaitu:

*_membebaskan budak yang mukmin. Jika tidak mampu (karena tidak ada, atau tidak mampu membelinya, atau harganya sangat tinggi), maka boleh_

*_puasa 2 bulan berturut-turut, jika tidak mampu (karena sudah terlalu tua sehingga badannya tidak kuat berpuasa, atau punya penyakit yang senantiasa ada dalam dua bulan itu sehingga tidak bisa berturut-turut, atau takut sakitnya tambah parah), maka boleh_

* _memberi makan 60 orang miskin. Setiap satu orang miskin itu 1 mud (sekitar 0,75 atau dibulatkan 0,8 kg)
Dan kafarah ini wajib atas laki-laki, bukan perempuan. Dan berlipat-lipat kafarah sesuai hari yang dirusak karena hubungan itu._

*9. Sampai Nya Benda Dari Lubang Yang Terbuka ke Lubang Dalam.*

_Maka tidak batal masuknya angin ke dalam perut._
_Yaitu murni angin tanpa ada campuran makanan atau benda._

Tidak batal juga jika benda itu masuk melalui lubang yang tertutup seperti pori-pori.
Misal dia memakai minyak di kulitnya.
Jadi semua yang masuk ke lubang yang terbuka membatalkan puasa kecuali yang masuk lewat mata (menurut imam Syafi’i). Telinga menurut imam Ghazali termasuk lubang yang terbuka.

_Maksud lubang dalam disini ialah, yang menyampaikan makanan dan obat, seperti lambung. Atau yang bisa sampai padanya obat saja, seperti otak._

*Beberapa masalah*

*_1. HUKUM SUNTIK SAAT BERPUASA_*

*Boleh jika darurat*.
Tetapi ulama berbeda pendapat dalam batal atau tidaknya puasa ke dalam 3 pendapat:

a. Batal secara mutlak, karena masuk ke lubang dalam.
b. Tidak batal secara mutlak, karena masuk lubang dalam tetapi tidak lewat lubang terbuka.
c. Ada perinciannya:
– jika suntikan itu adalah suplemen (untuk makanan atau vitamin) maka batal puasanya.
– jika suntikan itu bukan suplemen, dilihat:
maka jika disuntik lewat pembuluh darah, batal puasanya.
Jika disuntik lewat urat yang tidak berongga, tidak batal puasanya.

*_2. HUKUM DAHAK_*

– jika dahak sampai pada batas dhahir (makhroj huruf Kho), lalu ditelan, maka batal puasanya.
– jika dahak sampai pada batas batin (makhroj huruf ha) lalu ditelan, tidak batal puasanya.

*_3. HUKUM MENELAN LUDAH_*

Menelan ludah tidak membatalkan puasa karena sulit untuk menghindarinya dengan 3 syarat:

* _Ludah itu tidak bercampur dengan sesuatu apapun._
Jika bercampur misal dengan makanan atau lainnya, maka batal puasanya.
* _Ludahnya tidak terkena najis_
* _Ludah masih berada di tempatnya, yaitu di mulut._
Jika sudah keluar dari mulut lalu ditelan, batal puasanya.

*_4. HUKUM MASUKNYA AIR SAAT MANDI._*

Jika tengah mandi lalu air termasuk lewat lubang terbuka ke dalam lubang dalam tanpa sengaja, maka ada perinciannya:

* _Jika itu mandi wajib seperti mandi janabah, atau mandi Sunnah seperti mandi Jum’at, maka tidak batal puasanya jika airnya dialirkan._
Dan batal jika menyelam.

* _Jika bukan mandi yang disyariatkan, seperti mandi agar tubuh menjadi segar atau untuk kebersihan, maka batal puasanya jika kemasukan air, walaupun tidak sengaja._
Sama saja airnya dialirkan atau menyelam.

*_5. HUKUM BERKUMUR dan ISTINSYAK (memasukkan air ke hidung)._*

Jika tertelan air saat berkumur atau istinsyak maka ada perinciannya, yaitu:

* Jika kumur dan istinsyak itu dalam wudhu atau mandi yang disyariatkan, maka tidak batal jika tidak berlebihan dalam kumur dan istinsyaknya.

Namun jika berlebihan, batal. Karena berlebihan dalam kumur dan istinsyak untuk orang berpuasa adalah makruh.

* Jika kumur atau istinsyak bukan yang disyariatkan, seperti kumur yang ke empat, atau bukan wudhu, maka batal meskipun tidak berlebihan.

*10. Keluar Mani secara sengaja, bisa dengan tangannya sendiri (onani), atau tangan pasanganya, atau dengan pikiran dan melihat jika tahu akan keluar mani bila melihat atau memikirkan itu.*

Maka batal puasanya jika keluar mani dengan sebab-sebab tersebut.

Keluar mani batal saat:
* _Sengaja mengeluarkan maninya dengan cara apapun_
* _Bersentuhan dengan wanita tanpa penghalang_

Keluar mani tidak batal saat:

* _Keluar tanpa sentuhan,_ seperti pikiran atau melihat
* _Keluar dengan bersentuhan, namun dengan pembatas._

jika memang dia tidak tahu kalau memikirkan itu atau melihat itu akan keluar mani. Jika tahu, batal puasanya.

*HUKUM BERCIUMAN (suami-istri)*

_Haram jika dengan ciuman, menjadikan ia bersyahwat._
Namun jika tidak menimbulkan syahwat, khilaful aula, yaitu lebih baik tidak dilakukan. Dan tidak batal puasanya kecuali jika keluara mani karena berciuman.

*11. MUNTAH SECARA SENGAJA.*

Jika muntah secara sengaja, batal puasanya.
Dan mulutnya menjadi najis, maka wajib membasuhnya dan berlebihan dalam berkumur hingga bersih mulutnya sampai batas dhahir. Dan jika tertelan air saat ia berkumur tidak batal puasanya, karena menghilangkan najis itu adalah perintah syari’at.

_*SEMOGA MANFAAT*_
*…………………………………………………….*

This site is using SEO Baclinks plugin created by Cocktail Family

Leave a Reply

Related Post

%d bloggers like this: