REJEKI BANYAK BENTUKNYA, SIAPA YANG KAMU PILIH UNTUK MENJAMIN HIDUPMU, MAKA HAL ITULAH YANG MENENTUKAN RASA AMAN DI HATIMU

0 Comments 8:38 AM


Ilustrasi

♻️ REJEKI BANYAK BENTUKNYA ♻️

Kemarin hujan mulai jam 9 pagi, seorang tukang rujak numpang berteduh di teras ruko saya.

Masih penuh gerobaknya, buah-buah tertata rapi. Kulihat beliau membuka buku kecil, rupanya Al Quran. Beliau tekun dengan Al-Qurannya. Sampai jam 10 hujan blm berhenti.

Saya mulai risau karena sepi tak ada pembeli datang.

Saya keluar memberikan air minum.

“Kalau musim hujan jualannya repot juga ya, Pak… ” .. “Mana masih banyak banget.”

Beliau tersenyum, “Iya bu.. Mudah-mudahan ada rejekinya.. .” jawabnya.

“Aamiin,” kataku.

“Kalau gak abis gimana, Pak?”. tanyaku.

“Kalau gak abis ya risiko, Bu.., kayak semangka, melon yang udah kebuka ya kasih ke tetangga, mereka juga seneng daripada kebuang. kayak bengkoang, jambu, mangga yang masih bagus bisa disimpan. Mudah-mudahan aja dapet nilai sedekah,” katanya tersenyum.

“Kalau hujan terus sampai sore gimana, Pak?” tanyaku lagi.

“Alhamdulillah bu… Berarti rejeki saya hari ini diizinkan banyak berdoa. Kan kalau hujan waktu mustajab buat berdoa bu…” Katanya sambil tersenyum.

“Dikasih kesempatan berdoa juga rejeki, Bu…”

“kalau gak dapet uang gimana, Pak?” tanyaku lagi.

“Berarti rejeki saya bersabar, Bu… Allah yang ngatur rejeki, Bu… Saya bergantung sama Allah.. Apa aja bentuk rejeki yang Allah kasih ya saya syukuri aja. Tapi Alhamdulillah, saya jualan rujak belum pernah kelaparan.

“Pernah gak dapat uang sama sekali, tau tau tetangga ngirimin makanan. Kita hidup cari apa Bu, yang penting bisa makan biar ada tenaga buat ibadah dan usaha,” katanya lagi sambil memasukan Alqurannya ke kotak di gerobak.

“Mumpung hujannya rintik, Bu… Saya bisa jalan ..Makasih yaa ,Bu…”

Saya terpana… Betapa malunya saya, dipenuhi rasa gelisah ketika hujan datang, begitu khawatirnya rejeki materi tak didapat sampai mengabaikan nikmat yang ada di depan mata.

Saya jadi sadar bahwa rizki hidayah, dapat beribadah, dapat bersyukur dan bersabar adalah jauh…jauh lebih berharga daripada uang, harta dan jabatan…

***

MANUSIA dan BOTOL

1. Kalau diisi air mineral, harganya 3ribu…

2. Kalau diisi jus buah, harganya 10ribu…

3. Kalau diisi Madu Yaman, harganya Ratusanribu…

4. Kalau diisi minyak wangi chanel harganya bisa jutaan.

5. Kalau diisi air got, hanya akan dibuang dalam tong sampah karena langsung tiada harganya dan tidak ada siapa yg suka.

Botol yg sama tetapi harganya berbeda sebab apa yang terisi di dalamnya adalah berbeda…

Begitu juga kita…kita semua sama…kita semua manusia…yang membedakan kita antara satu sama lainnya adalah. TAQWA , IMAN & AMAL yang ada dalam diri kita…yang akan menyebabkan kita berharga di sisi ALLAH atau kita dipandang hina oleh ALLAH lalu dibuang ke dalam neraka…

“……sesungguhnya orang yg paling mulia disisi Allah adalah orang yg paling bertakwa,sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha teliti”


SIAPA YANG KAMU PILIH UNTUK MENJAMIN HIDUPMU, MAKA HAL ITULAH YANG MENENTUKAN RASA AMAN DI HATIMU

Syeikh Abdurrahman bin Abdussalam As-Shofuri menyebutkan sebuah cerita tentang semutnya Nabi Sulaiman yang sangat bagus sekali dalam kitab beliau berjudul Nuzhatul Majalis.

Suatu hari Nabi Sulaiman bertanya kepada seekor semut yang sedang mencari makan di alam liar, “Berapa makanan yang engkau butuhkan selama satu tahun?”

Sang semut menjawab, “Aku menghabiskan satu ikat gandum dalam setahun.”

Kemudian Nabi Sulaiman membuat sebuah rumah semut dan meletakkan satu ikat gandum di dalamnya. Maka semut itu diajaknya untuk tinggal di dalam rumah khusus tersebut selama setahun, nanti pada tahun berikutnya beliau akan datang kembali untuk memberi satu ikat gandum lagi.

Singkat cerita setelah setahun berlalu Nabi yang mulia itu datang ke rumah semut tersebut, ternyata ia melihat gandum itu masih tersisa setengah ikat. Beliau bertanya,

“Mengapa engkau hanya makan setengah ikat saja? Bukankah kau bilang dalam setahun menghabiskan satu ikat?”

Lantas sang semut menjawab seperti yang termaktub dalam kitab di atas,

كان اتكالي على الله قبل الحبس وبعده كان عليك فخشيت أن تنساني فادخرت النصف إلى العام اآلتي

“Sebelumnya aku tawakal kepada Allah maka aku yakin Allah pasti mencukupi rezekiku. Adapun sekarang aku tawakal kepada engkau wahai Nabi, maka aku tidak yakin karena bisa saja engkau terlupa datang ke sini setelah satu tahun. Maka aku hanya makan setengahnya saja sebagai persiapan untuk tahun berikutnya.”

Demikianlah sebuah kisah tentang seekor serangga kecil yang sangat yakin kepada jaminan Allah. Semut itu merasa aman apabila Allah yang menjamin rezekinya, dan ia merasa tidak aman apabila rezekinya dijamin oleh selain Allah.

Kisah ini sukses menegur saya hingga titik terdalam di hati ini. Betapa saya selama ini suka merasa cemburu dengan para karyawan dan pegawai karena di mata saya betapa aman hidup mereka karena penghasilannya sudah dijamin kantornya.

Atau kepada para pedagang sukses yang sudah berhasil membangun banyak pelanggan, saya kadang berpikir betapa tenangnya hidup mereka karena penjualannya sudah terjamin jika memiliki langganan sebanyak itu.

Sebaliknya, kepada saudara saya yang terkena PHK dari kantornya atau mereka yang usahanya gulung tikar kehilangan pembeli, saya merasa gelisah siapakah nanti yang menjamin rezeki mereka?

Semut mungil yang hidup pada masa Nabi Sulaiman ribuan tahun lalu justru menjadi pengingat bagi lelaki berakal sehat seperti saya ini. Bahwa semua manusia penjaminnya adalah Allah. Jangan sampai hati ini melimpahkan jaminan kepada selain Allah, entah itu kantor, atasan, pelanggan, dan sebagainya.

Justru karena Allah yang menjamin rezeki kita, maka sudah sepantasnya kita bisa hidup dengan tenang dan aman.

Salam Bertumbuh.
⏰ Ada rezeki baru jika kita mau mencoba kehidupan yang baru!

✍🏻 Abu Abdillah Abdurrahman

📲 Join & Share

📡 Telegram : https://t.me/FaktaTentangDuniaIslam

This site is using SEO Baclinks plugin created by Cocktail Family

Leave a Reply

Related Post

%d bloggers like this: