Syair Abu Nawas Bacaan Arab Latin Bahasa dan Sejarah Syair Tersebut

0 Comments 3:00 PM


syair

Syair Abu Nawas Bacaan Arab
إِلهِي لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاً # وَلاَ أَقْوَى عَلىَ النَّارِ الجَحِيْمِ
فَهَبْ ليِ تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذُنُوْبيِ # فَإِنَّكَ غَافِرُ الذَّنْبِ العَظِيْمِ

ذُنُوْبيِ مِثْلُ أَعْدَادِ الرِّمَالِ # فَهَبْ ليِ تَوْبَةً يَاذاَالجَلاَلِ
وَعُمْرِي نَاقِصٌ فيِ كُلِّ يَوْمٍ # وَذَنْبيِ زَئِدٌ كَيْفَ احْتِمَالِ

إِلهِي عَبْدُكَ العَاصِي أَتَاكَ # مُقِرًّا بِالذُّنُوْبِ وَقَدْ دَعَاكَ
فَإِنْ تَغْفِرْ فَأَنْتَ لِذَا أَهْلٌ # فَإِنْ تَطْرُدْ فَمَنْ نَرْجُو سِوَاكَ

Syair Abu Nawas Bacaan Latin
Ilahi lastu lilfirdausu ahla # Wala aqwa ‘alannaril jahiimi
Fahab li taubatan waghfir dzunubi # Fainnaka ghofirudzambi ‘adziimi

Dzunu bii mislu a’dadirrimali # Fahab lii taubatan yaa dza jalali
Wa umrii na qishu fii kulli yaumi # Wa dzambi ja idun kaifah timaali

Ilahii ‘abduka ‘ashii ataaka # Muqiron bidzzuunuubi wa qod da ‘aka
Fain taghfir fa anta lidza ahlu # Fa in tathrud faman nar juu siwaaka

Syair Abu Nawas Bahasa Indonesia
Wahai Tuhanku !
Aku bukanlah ahli surga
Aku juga tidak kuat dalam neraka.

Maka berilah aku taubat (ampunan)
dan ampunilah dosaku
sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa yang besar.
Dosaku bagaikan bilangan pasir
maka berilah aku taubat wahai Tuhanku yang memiliki keagungan.

Umurku berkurang setiap hari
sedang dosaku selalu bertambah, bagaimana aku menanggungnya.
Wahai, Tuhanku!
Hamba Mu yang durhaka telah datang kepada Mu
dengan mengakui segala dosa, dan telah memohon kepada Mu.

Maka jika Engkau mengampuni, Engkaulah pemilik ampunan
tetapi jika Engkau menolak, kepada siapa lagi aku mengharap selain kepada Engkau?

Sejarah Singkat Terciptanya Syair dikutip dari laman waheedbaly.com
Menurut dalam sebuah riwayat, Abdullah bin Rawahah ketika hendak menemui sahabatnya yaitu Abdurrahman bin Auf, ketika telah sampai di rumah Abdurrahman bin Auf, istri Abdurrahman bin Auf membukakan pintu dan pada saat betisnya istrinya Abdurrahman bin Auf terlihat karena terkena hembusan angin yang membuat busananya mengingkap.

Kejadian inilah yang telah membuat Abdullah bin Rawahan jatuh dan kemudian pingsan karena terkejut dan merasa telah berdosa.

Setelah beliau tersadar, ia pun kemudian mengasingkan dirinya kesebuah perbukitan, pengasingan diri itu dilakukan oleh Abdullah bin Rawahan Selama 3 hari, dan kemudian ia ditemukan oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya dan ketika itulah terdengar sebuah syair Al-I’tiraf dari Abdullah bin Rawahah.

Nah itulah sejarah singkat syair ini yang dikenal dengan syair Abu Nawas, Wallahu’alam.

Demikianlah yang dapat kami sampaikan mengenai syair Abu Nawas semoga dapat bermanfaat.

Terima kasih, wassalam.

This site is using SEO Baclinks plugin created by Cocktail Family

Leave a Reply

Related Post

%d bloggers like this: