Kisah Singkat Perang Badar

0 Comments 12:00 PM


Tugu Syuhada/istimewa

Tugu Syuhada

Tugu peringatan ini, di luar lokasi Pertempuran Badar, mencantumkan nama-nama 14 Sahabat yang syahid pada hari itu. Mereka adalah Muslim pertama yang Syahid dalam pertempuran demi Islam.

Enam berasal dari Muhajirin, delapan lainnya Anshar

Umayr bin Abi Waqqas (رضي الله عنه)
Safwan bin Wahb (رضي الله عنه)
Zish Shamalain ibn ‘Abdi‘ Amr (رضي الله عنه)
Mihja ‘bin Salih (رضي الله عنه)
Aaqil bin al-Bukayr (رضي الله عنه)
Ubayda bin al-Harith (رضي الله عنه)
Sa’d bin Khaythama (رضي الله عنه)
Mubashshir bin ‘Abdi’l Mundhir (رضي الله عنه)
Haritha bin Suraqa (رضي الله عنه)
Rafi ‘bin al-Mu’alla (رضي الله عنه)
Umayr bin al-Humam (رضي الله عنه)
Yazid bin al-Harith (رضي الله عنه)
Mu’awwidh bin al-Harith (رضي الله عنه)
Awf bin al-Harith (رضي الله عنه)

  • Tempat terjadinya Pertempuran Badar
Istimewa

Pada tanggal 17 Ramadhan 2 H, tentara Muslim, yang hanya berjumlah 313, menghadapi pasukan yang terdiri dari 1.000 orang Quraisy. Melalui pertolongan Allah Subhana wa ta’ala kaum Muslimin tampil sebagai pemenang. Area ini terletak 70-80 mil dari Madinah.

  • Tempat Pemakaman Para syuhada Pertempuran Badar
Istimewa

Muslim hanya kehilangan 14 orang dalam pertempuran itu. Pemandangan udara menunjukkan sebidang tanah di mana para sahabat yang syahid ini dimakamkan. Orang pertama yang menjadi syahid adalah Umayr bin al-Humam (رضي الله عنه).

Kisah Singkat Perang Badar

Setelah umat Islam mengalami intimidasi, kesulitan, dan duka meninggalkan kampung halaman mereka di Mekah. Meninggalkan harta dan keluarga di sana. Rasulullah ﷺ mengadakan rencana penyergapan kafilah Quraisy. Hal itu merupakan respon dari permusuhan yang mereka lakukan selama ini. Para sahabat Muhajirin dan Anshar pun berkumpul dan bersiaga melakukan penyergapan.

Namun rencana dan persiapan matang bukanlah sesuatu yang pasti terjadi. Manusia sekelas Rasulullah ﷺ pun hanya mampu berencana, namun Allah ﷻ melakukan apa yang Dia kehendaki. Penyergapan gagal. Kafilah dagang yang dipimpin oleh Abu Sufyan bin Harb berhasil melarikan diri. Malah Quraisy berbalik melakukan persiapan matang untuk berperang. Mereka hendak memberi pelajaran kelompok kecil kaum muslimin agar orang-orang se-Jazirah Arab jangan pernah meremehkan Quraisy. Begitu kata Abu Jahal.

Nabi ﷺ bersama para sahabatnya keluar dari Madinah pada tanggal 12 Ramadhan tahun 2 H. Beliau ﷺ tidak mewajibkan setiap kaum muslimin untuk ambil bagian menuju Badar. Karena keberangkatan ini hanya bertujuan menyergap kafilah Quraisy bukan untuk berperang. Hanya untuk menghadang kafilah yang membawa 1000 onta, 50.000 dinar emas, dan hanya dijaga oleh 40 orang. Tentu saja hal ini sebagai balasan dari perbuatan Quraisy yang telah merampas harta mereka selama di Mekah. Namun sayang, rencana ini berhasil diketahui Abu Sufyan. Ia pun mengubah rute kafilahnya.

Mengetahui pergerakan umat Islam dari Madinah, Quraisy segera menyiapkan pasukan besar untuk berperang. Mereka membawa 1300 pasukan. 600 di antaranya pasukan berbaju besi. Dan 100 di antaranya penunggang kuda. Mereka juga membawa onta dalam jumlah yang besar. Sementara kaum muslimin hanya berjumlah 314 orang. Ada yang mengatakan 319 orang. 83 di antaranya adalah kaum Muhajirin.

Nabi ﷺ duduk khusyuk bermunajat kepada Rabbnya. Memohon pertolongan kepada Maha Penolong. Beliau ﷺ berdoa:

اللَّهُمَّ أَنْجِزْ لِيْ مَا وَعَدْتَنِي اللَّهُمَّ آتِ مَا وَعَدْتَنِيْ اللَّهُمَّ إِنْ تُهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةَ مِنْ أَهْلِ الإِِسْلاَمِ لاَ تُعْبَدْ فِي الأَرْضِ

“Ya Allah, penuhilah janji-Mu kepadaku. Ya Allah, berikanlah apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika Engkau membinasakan pasukan Islam ini, maka tidak ada yang akan beribadah kepada-Mu di muka bumi ini.” (HR. Muslim no 1763).

Dalam riwayat lain

للّهُمّ هَذِهِ قُرَيْشٌ قَدْ أَقْبَلَتْ بِخُيَلَائِهَا وَفَخْرِهَا ، تُحَادّك وَتُكَذّبُ رَسُولَك ، اللّهُمّ فَنَصْرَك الّذِي وَعَدْتنِي ، اللّهُالْغَدَاةَ مّ أَحِنْهُمْ

“Ya Allah, Inilah Quraisy. Mereka datang dengan segala kesombongan dan kebanggan mereka. Mereka menantang-Mu dan mendustakan Rasul-Mu. Ya Allah, kurniakan kemenangan yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, binasakanlah mereka pada pagi ini.” (Sirah Ibnu Hisyam: 3/164).

Sampai-sampai rida’ beliau terjatuh dari pundaknya karena begitu tingginya beliau mengangkat tangannya ke arah langit. Melihat keadaan demikian, Abu Bakar merasa tak sampai hati. Ia taruh kembali rida’ Nabi ﷺ di atas pundaknya dan mendekapkannya. Kemudian Abu Bakar berkata, “Wahai Nabi Allah, munajatmu kepada Rabbmu telah mencukupi. Dia pasti memenuhi apa yang Dia janjikan kepadamu”. Nabi ﷺ pun keluar dari tendanya, kemudian membacakan firman Allah ﷻ,

سَيُهْزَمُ الْجَمْعُ وَيُوَلُّونَ الدُّبُرَ

“Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur kebelakang.” (QS:Al-Qamar | Ayat: 45).

Perang besar pertama ini pun dimenangkan oleh kaum muslimin. 70 orang-orang musyrik tewas di medan Badar. Di antara mereka adalah tokoh-tokoh Quraisy. Seperti: Abu Jahal, Utbah bin Rabiah, Syaibah bin Rabiah, Umayyah bin Khalaf, al-Ash bin Hisyam bin al-Mughirah. Dari pihak kaum muslimin, 14 orang menemui syahidnya. 6 orang Muhajirin. Dan 8 orang Anshar. Perang ini terjadi pada tanggal 17 Ramadhan 2 H (ar-Rahiq al-Makhtum oleh al-Mubarakfury, Hal: 197-201).

Kemenangan ini benar-benar berdampak positif terhadap kaum muslimin. Ini merupakan ‘hadiah’ dari Allah ﷻ atas kesabaran orang-orang yang beriman. Orang-orang Arab pun segan terhadap negara Madinah. Sebagaimana juga orang-orang Quraisy tidak lagi meremehkan kaum muslimin dan terus-menerus menganggap mereka lemah. [Sumber: islamstory.com]

Dalil-dalil Terkait perang Badar

وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنْتُمْ أَذِلَّةٌ ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Sungguh Allah telah menolong kalian dalam peperangan Badar, padahal kalian adalah (ketika itu) lemah. Karena itu, bertakwalah kepada Allah, supaya kalian mensyukuri-Nya.
[Ali Imrân/3:123]

Pasukan terbaik dari kalangan manusia dan Malaikat

“Jibril ‘alaihissalam datang kepada Nabi ﷺ lalu berkata, “Siapakah diantara kalian yang engkau siapkan untuk pasukan Badar?”

Beliau menjawab, “Mereka adalah kalangan muslim yang terbaik”.

Atau kalimat serupa itu.

Maka Jibril berkata, “Begitu juga yang ikut perang Badar dari kalangan malaikat”.

(HR. Bukhari: 3692) – http://hadits.in/bukhari/3692

Nabi ﷺ berkata pada saat perang Badar,

_”Ini Jibril ‘alaihissalam sedang memegang kepala kudanya dan dirinya dilengkapi peralatan perang”_

(HR. Bukhari: 3694) – http://hadits.in/bukhari/3694

Remaja di Zaman Nabi, Generasi Perang Bukan Generasi Joget-joget

Anas mengatakan; Haritsah gugur di perang Badar sedang ia masih berusia muda. Kemudian ibunya mendatangi Nabi ﷺ dan berujar, “Ya Rasulullah, engkau telah tahu tempat tinggal Haritsah daripada aku, kalaulah dia di surga, maka aku akan bersabar dan mengharap pahala, dan jikalau ditempat lain, akan kau lihat apa yang kulakukan”.

Maka Nabi bersabda, _”Apakah kamu mengira bahwa surga hanyalah satu tingkatan, sungguh surga mempunyai sekian banyak tingkatan, dan sungguh dia berada di surga Firdaus.”_

(HR. Bukhari: 6068) – http://hadits.in/bukhari/6068

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

_”Dan Allah telah mendatangi Ahlu Badar dan berfirman, “Silakan kalian berbuat apa yang kalian suka karena telah wajib bagi kalian untuk masuk ke dalam surga”_

atau, _”Sungguh Aku telah mengampuni kalian”_. (HR. Bukhari: 3684) – http://hadits.in/bukhari/3684

Generasi Zaman Nabi

Pelaku Perang Badar , ada orang kaya (Abdurrahman bin Auf) dan ada para pemuda..

‘Abdur Rahman bin ‘Auf berkata,

“Aku berada dalam barisan pasukan di perang Badar dan ketika aku menoleh ke samping kanan dan kiriku. Aku melihat dua anak laki-laki yang masih belia. Aku merasa tidak percaya dengan keberadaan keduanya ketika salah seorang dari keduanya berkata kepadaku secara pelan agar tidak didengar temannya,

“Wahai paman, tunjukkan kepadaku Abu Jahal”

Aku tanya, “Wahai anak saudaraku, apa yang akan kamu lakukan terhadapnya?”

Dia menjawab, “Aku telah berjanji kepada Allah. Jika aku melihatnya, aku akan membunuhnya”.

Anak yang satu lagi juga mengatakan hal yang sama kepadaku secara pelan pula.

‘Abdur Rahman bin ‘Auf berkata, “Keberadaan keduanya tersebut sangat membahagiakan aku, lalu aku menunjukkan Abu Jahal kepada keduanya. *Kedua anak itu melesat bagaikan dua ekor burung elang kemudian membunuh Abu Jahal.* Kedua anak belia tadi adalah dua putra ‘Afra’ (HR. Bukhari: 3689) – http://hadits.in/bukhari/3689

This site is using SEO Baclinks plugin created by Cocktail Family

Leave a Reply

Related Post

%d bloggers like this: