Kisah Padi dan Nabi Musa As

0 Comments 5:30 AM


Kisah Padi dan Nabi Musa as..

Suatu hari Nabi Musa as bertanya pada Allah SWT, “Ya Allah kenapa nanti di akhirat tidak semua manusia engkau masukkan ke dalam syurgaMu, kenapa hanya orang yang beriman saja? Kenapa orang yang tidak beriman tidak Engkau masukkan kedalam syurga juga? Padahal Engkaulah yang menciptakan seluruh manusia, Engkaulah yang mengurus seluruh manusia, Engkaulah yang memberi rezki kepada semua manusia baik yang beriman maupun yang tidak beriman padaMu“.
Allah tidak menjawab pertanyaan nabi Musa as melainkan memerintahkannya untuk menanam padi. Jika padi sudah dituai dan menjadi beras maka ia disuruh untuk kembali lagi menghadap Allah SWT.

Nabi Musa pun melaksanakan perintah Allah SWT, ia menanam padi, mengurusnya, mengairinya, memberi pupuk. Setelah tua, padi tersebut ia ditunai, kemudian ia mulai memproses sedemikian rupa sehingga ia mendapatkan beras kemudian menyimpan beras tersebut. Menghadaplah Nabi Musa kepada Allah SWT untuk melapor bahawa beliau telah selesai melaksanakan perintah. Berikut ini kira-kira percakapan yang terjadi antara Allah SWT dan Nabi Musa as.

Musa : Ya Allah aku telah selesai melaksanakan perintahMu.

Allah : engkau sudah mendapatkan berasnya?

Musa : Sudah..

Allah : hanya beras saja yang kau simpan, bagaimana dengan bagian lain dari tanaman padi, batang padi yang kering, daun padi dan sekam, hendak kau kemanakan?

Musa : aku membakarnya kerana bagian yang lain tidak berguna.

Allah : kenapa kau membakarnya? Padahal engkau yang menanam padi tersebut, engkau yang memeliharanya, setelah dituai kenapa engkau hanya menyimpan berasnya saja, sementara bagian lain dari tanaman padi tidak kau simpan?

Baru disinilah Nabi Musa As menyedari bahwa pertanyaannya selama ini telah terjawab. Allah menciptakan manusia di muka bumi seperti manusia menanam padi di sawah dan penciptaan manusia dan seluruh alam merupakan kehendaknya. Ia memberi rezeki kepada seluruh manusia dan merawatnya seluruh manusia. Namun hanya manusia yang taat dan beriman kepada Allah saja yang akan Allah masukan ke dalam syurga, sedangkan manusia yang mengingkari Allah akan dibakar di neraka. Laksana Musa yang menanam padi, ketika menuai tiba maka hanya bagian yang berguna saja, yakni beras yang disimpan, sementara bagian yang lain dibakarnya kerana tidak berguna.

Manusia hidup di dunia tidak dibiarkan begitu saja oleh Allah SWT melainkan diberi bekal berupa akal yang dapat membezakan mana jalan yang lurus dan mana jalan yang sesat. Allah juga menurunkan para Nabi dan Rasul sebagai pembantunya untuk memberikan khabar gembira dan memberikan peringatan kepada manusia.

Ketika kita dapat beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, ingatlah bahawa ketika kita bertakwa itu kerana Allah yang memberikan kekuatan kepada kita agar kita tidak menyombongkan diri. Manusia dapat masuk ke syurga kerana semata-mata Rahmat dari Allah SWT bukan hanya kerana ketakwaan kita saja. Sedangkan manusia yang tidak beriman dan bertakwa kemudian disiksa di neraka, bukan kerana Allah kejam melainkan semata-mata kerana keadilan Allah SWT.

Semoga kita tergolong di dalam orang-orang yang beriman dan bertakwa serta mendapatkan Rahmat dari Allah SWT sehingga kita dapat memasuki syurgaNya kelak.

Aamiin.. Wallahu alam…🙏

This site is using SEO Baclinks plugin created by Cocktail Family

Leave a Reply

Related Post

%d bloggers like this: