ZAKAT FITRAH

0 Comments 12:59 AM


Istimewa

الْسَّــــــــــلاَمُ عَلَيْكـُم وَرَحْمَةُ اللَّـهِ وَبَرَكَاتُة


ˢʸᵃʳⁱᵃʰ ᵀᵃᶠˢⁱʳ ᴷʰᵘᵗᵇᵃʰ ᴴⁱᵏᵐᵃʰ ˢⁱʳᵃʰ ᴺᵃᵇᵃʷⁱʸᵃʰ ᴮᵃʰᵗˢᵘˡ ᴹᵃˢᵃⁱˡ ᵁᵇᵘᵈⁱʸᵃʰ
DEFINISI, SEJARAH DAN HIKMAH ZAKAT

Definisi Zakat
“`Kata zakat ditinjau dari sisi bahasa arab memiliki beberapa makna, di antaranya berkembang, berkah, banyaknya kebaikan, menyucikan dan memuji. Sedangkan dalam istilah fiqih, zakat memiliki arti sejumlah harta tertentu yang diambil dari harta tertentu dan wajib diserahkan kepada golongan tertentu“`
*(mustahiqqin).*

*Zakat “`dijadikan nama untuk harta yang diserahkan tersebut, sebab harta yang dizakati akan berkembang dan bertambah.“`
*Syekh Taqiyuddin Abu Bakar bin Muhammad al-Hishni* “`berkata:“`

وسميت بذلك لأن المال ينمو ببركة إخراجها ودعاء الآخذ

_*“Disebut zakat karena harta yang dizakati akan berkembang sebab berkah membayar zakat dan doa orang yang menerima.”*_
*(Syekh Taqiyyuddin Abu Bakar bin Muhammad al-Hishni, Kifayatul Akhyar, Surabaya, al-Haramain, cetakan kedua, 2002, halaman 104)*

_*Allah*_ “` berfirman: “`

وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ زَكَاةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُونَ

_*“Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipatgandakan pahalanya.”*_
*(QS. Ar-Ruum : 39)*

*Sejarah
“` Terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang kapan zakat diwajibkan. Di dalam“` *kitab Hasyiyah al-Jamal* “`dijelaskan bahwa zakat mal mulai diwajibkan di bulan Sya’ban tahun kedua hijriah bersamaan dengan zakat fitri. Ada yang berpendapat bahwa zakat diwajibkan sebelum baginda Nabi hijrah ke Madinah.
Namun, menurut pendapat yang masyhur di kalangan para pakar hadits, zakat mal diwajibkan pada bulan Syawal tahun kedua hijriah sedangkan zakat fitri diwajibkan dua hari sebelum hari raya Idul Fitri setelah diwajibkannya puasa Ramadhan.“`
*(Sulaiman al-Jamal, Hasyiyah al-Jamal ala al-Minhaj, Beirut, Dar al-Fikr, cetakan kedua, 2003, jilid dua, halaman 96)*

*Hikmah Zakat
“` Tidak diragukan lagi betapa besar hikmah di balik kewajiban zakat. Hikmahnya begitu tampak jelas bagi siapa pun yang mau merenungkannya. Di antara hikmah zakat yang paling nampak jelas adalah mengentaskan kemiskinan. Di dalam“` *kitab Syarh Yaqut an-Nafis fi Madhab Idris, Habib Muhammad bin Ahmad Bin Umar asy-Syathiri* “`menjelaskan sebagian dari hikmah di balik kewajiban zakat. “`

أما حكمة الزكاة فمعروفة وظاهرة وتبدو في هذا العصر أكثر، فمن شأنها التعاطف والتراحم، ولو أخرجت الزكاة ووزعت على وجهها الصحيح الشرعي لما بقي على وجه الأرض فقير أبدا. لأن ربنا جعل في أموال الأغنياء ما يكفي الفقراء

_*“Adapun hikmah zakat, maka sudah diketahui dan tampak jelas. Dan semakin tampak di masa sekarang. Termasuk dampak positif dari zakat akan terjalin kasih sayang dan saling mengasihi. Seandainya zakat dibayarkan dan dibagikan sesuai dengan cara yang benar secara syar’i, niscaya selamanya di muka bumi tidak akan ada orang yang miskin. Karena sesungguhnya di dalam harta para orang kaya, Tuhan kita, Allah telah menetapkan sebagian hak yang bisa mencukupi para faqir.”*_
*(Habib Muhammad bin Ahmad bin Umar asy-Syathiri, Syarh Yaqut an-Nafis, Beirut, Dar al-Minhaj, cetakan ketiga tahun 2011, halaman : 259)*

“` Sungguh benar apa yang telah beliau sampaikan ini. Seandainya kita kira-kirakan jumlah kaum Muslimin di dunia ini kurang lebih satu miliar. Coba kita melihat pada zakat fitri saja. Ukuran zakat fitri yang wajib dikeluarkan oleh setiap orang Muslim adalah satu sha’“` (kurang lebih 2,8 kg).
“`Dan zakat fitri wajib dibayar oleh setiap orang yang memiliki makanan pokok yang lebih untuk sehari semalam di Hari Raya Idul Fitri. Seandainya kita kira-kirakan uang yang dihasilkan dari setiap sha’ kurang lebih Rp25.000, “`
*lalu berapa yang dihasilkan dari kelipatannya dengan jumlah orang islam yang wajib membayar zakat?*
“`Bayangkan saja betapa banyaknya! Belum lagi zakat tijarah“` (perdagangan). “`Berapa banyak para pedagang Muslim yang memiliki aset dagang ratusan juta atau bahkan miliaran rupiah. Jika masing-masing dari mereka mengeluarkan zakat 2,5 persen, maka betapa banyak zakat yang terkumpul. Kemudian di dalam Islam masih ada lagi kewajiban zakat pertanian, zakat peternakan, zakat emas dan perak, dan zakat pertambangan. Dan perlu diingat bahwa semua zakat-zakat ini wajib dibayarkan setiap tahun. Syariat juga telah mengajarkan bagaimana cara membagi zakat yang benar. Jika orang yang akan diberi zakat dinilai ahli berdagang, maka ia diberi modal untuk berdagang. Jika ahli bertani, maka diberi modal pertanian. Jika ahli dalam keilmuan, maka diberi bekal untuk mencari ilmu agar bermanfaat bagi orang banyak. Jika kreatif dalam membuat usaha, maka diberi modal untuk membuka usaha. Dan jika tidak ahli mengembangkan harta, maka diberi harta yang bisa dimanfaatkan seperti sawah yang bisa disewakan dan seterusnya. Sebagaimana yang telah dijelaskan di dalam kitab-kitab mu’tabarah, di antaranya di dalam“` *kitab al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab*
*(Lihat Imam an-Nawawi, Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, Beirut, Dar al-Fikr, cetakan kedua, 2001, jilid keenam, halaman : 194)*

“` Kita lihat bagaimana“` _*Allah*_ “`menata dan mengatur sedemikian rupa agar manusia di muka bumi ini menjadi baik dan sejahtera. Namun sayangnya, mungkin karena kurangnya pengetahuan terhadap aturan yang benar di dalam mengelola zakat, atau faktor lain, hingga seakan zakat tidak begitu mewarnai dalam kehidupan perekonomian kaum Muslimin. “`


*DUA JENIS ZAKAT YANG WAJIB DITUNAIKAN

*Di dalam fiqih, zakat wajib dibagi menjadi dua macam.*
*Pertama,
*zakat nafs* (badan) “`atau yang lebih dikenal dengan“` *zakat fitrah.* “`Dalam suatu hadits disebutkan:“`

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ عَلَى النَّاسِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى كُلِّ حُرٍّ أَوْ عَبْدٍ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى مِنْ الْمُسْلِمِينَ

_*“Baginda Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam mewajibkan zakat fitrah di bulan Ramadhan kepada manusia yaitu satu sha’ dari kurma atau satu sha’ dari gandum kepada setiap orang merdeka, budak laki-laki atau orang perempuan dari kaum Muslimin.”*_
*(HR. Bukhari Muslim)*

“`Dengan demikian,“` *zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk bahan makanan pokok di daerah setempat.* “`Dalam konteks Indonesia, satu sha’ setara dengan sekitar dua setengah kilogram beras per orang“` (ada yang berpendapat 2,7 kilogram).

*Kedua,
*zakal mal.* “`Secara umum aset“` *zakat mal* “`meliputi hewan ternak, emas dan perak, bahan makanan pokok, buah-buahan, dan mal tijarah“` (aset perdagangan).
*Syekh an-Nawawi Banten* “`berkata: “`

وزكاة مال وهي واجبة في ثمانية أصناف من أجناس المال وهي الذهب والفضة والزروع والنخل والعنب والإبل والبقر والغنم — إلى أن قال– وأما عروض التجارة فهي ترجع للذهب والفضة لأن زكاتها تتعلق بقيمتها، وهي إنما تكون منهما

_*“Zakat mal wajib di dalam delapan jenis harta. Yaitu, emas, perak, hasil pertanian (bahan makanan pokok), kurma, anggur, unta, sapi, kambing … Sedangkan aset perdagangan dikembalikan pada golongan emas dan perak karena zakatnya terkait dengan kalkulasinya dan kalkulasinya tidak lain dengan menggunakan emas dan perak.”*_
*(Syekh an-Nawawi Banten, Nihayatz Zain, Surabaya, al-Haramain, cetakan pertama, halaman: 16*

“` Namun kemudian menurut beberapa ulama kotemporer, aset zakat juga memasukkan uang“` (bank note/al-auraq al-maliyah), “`hasil profesi, atau hadiah yang diterima oleh seseorang sebagaimana yang dijelaskan oleh“` *Syekh Wahbah az-Zuhaili di dalam al-Fiqh al-Islami, Syekh Yusuf al-Qardawi di dalam Fiqhuz Zakah, Syekh Abdurrahman al-Juzairi di dalam al-Fiqh ‘ala al-Madzahib al-Arba’ah,* “`dan yang lainnya. Pendapat ini berpedoman pada beberapa riwayat ulama, di antaranya:“`
*1. Riwayat dari Ibn Abbas

عن ابن عباس في الرجل يستفيد المال قال يزكيه حين يستفيد

_*“Diriwayatkan dari Ibn ‘Abbas tentang seseorang yang memperoleh harta, (lalu) Ibn ‘Abbas berkata: ‘(Hendaknya) ia menzakatinya pada saat memperolehnya.’.”*_
*(HR. Ahmad ibn Hanbal)*

*2. Riwayat dari Ibn Mas’ud

عن هبيرة بن يريم قال: كان عبد الله ابن مسعود يعطينا العطاء في زبل صغارثم يأخذ منها زكاة

_*“Diriwayatkan dari Habirah ibn Yarim, ia berkata: ‘Abdullah ibn Mas’ud memberi kami suatu pemberian di dalam keranjang kecil, kemudian beliau mengambil zakat dari pemberian-pemberian tersebut.”*_
*(HR. Abu Ishaq dan Sufyan ats-Tsauri)*

*3. Riwayat dari Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz

ذكر أبو عبيد أنه كان إذا أعطى الرجل عُمَالته أخذ منها الزكاة، وإذا رد المظالم أخذ منها الزكاة، وكان يأخذ الزكاة من الأعطية إذا خرجت لأصحابها

_*“Abu ‘Ubaid menyebutkan bahwa sesungguhnya Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz memberi upah seorang pekerja, maka beliau mengambil zakat darinya, ketika mengembalikan madhalim (harta yang diambil secara zalim), maka beliau mengambil zakat darinya, dan beliau mengambil zakat dari ‘athiyah (pemberian-pemberian) saat dibagikan pada pemiliknya.”*_
*(Yusuf al-Qardawi, Fiqhuz Zakah, Beirut, Dar al-Fikr, jilid I, halaman: 431)*

“`Begitulah sekilas penjelasan global tentang pembagian zakat yang wajib dibayarkan.“`


*DASAR KEWAJIBAN ZAKAT DALAM ISLAM

*Telah dimaklumi bersama bahwa zakat merupakan salah satu dari rukun Islam* “`sebagaimana yang ditegaskan oleh baginda“` *Nabi Muhammad _shallallahu ‘alaihi wasallam_* “`dalam sebuah hadits: “`

بُنِيَ الإِسْلامُ على خَمْسٍ: شَهادَةِ أَنْ لَا إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وأنَّ مُحَمَّداً رَسُولُ اللهِ، وَإقَامِ الصَّلاةِ، وَإيْتَاءِ الزَّكاةِ، وَالحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ (متفق عليه)

_*“Islam dibangun di atas lima hal: kesaksian sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad utusan Allah, melaksanakan shalat, membayar zakat, haji, dan puasa Ramadhan.”*_
*(HR Bukhari Muslim)*

“` Di samping itu, zakat termasuk salah satu dari ajaran Islam yang“` *”ma‘lûm minad dîn bidl dlarûri”* (ajaran agama yang secara pasti telah diketahui secara umum).
“`Oleh sebab itu, jika kewajibannya diingkari, maka menyebabkan orang yang ingkar menjadi kufur.“`
*Syekh Muhyiddin an-Nawawi* “`berkata:“`

وجوب الزكاة معلوم من دين الله تعالى ضرورة فمن جحد وجوبها فقد كذب الله وكذب رسوله صلى الله عليه وسلم فحكم بكفره

_*“Kewajiban zakat adalah ajaran agama Allah yang diketahui secara jelas dan pasti. Karena itu, siapa yang mengingkari kewajiban ini, sesungguhnya ia telah mendustakan Allah dan mendustakan Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam, sehingga ia dihukumi kufur.”*_
*(Muhyiddin an-Nawawi, al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, Mesir, al-Muniriyah, cetakankedua, 2003, jilid V, halaman: 331)*

“`Perlu diketahui bahwa sesungguhnya kewajiban zakat ditetapkan oleh beberapa ayat al-Qur’an, di antaranya adalah firman“` _*Allah:*_

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا

_*“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat tersebut engkau membersihkan dan mensucikan mereka”*_
*(QS. At-Taubah: 103)*

“`Dan firman“` _*Allah:*_

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

_*“Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah bersama dengan orang-orang yang ruku’.”*_
*(QS. Al-Baqarah: 43)*

“`Kemudian dari ayat-ayat ini terbentuklah“` *ijma’* “`ulama’ terkait hukum wajib zakat.“`
*(Ibrahim al-Bajuri, Hasyiyah al-Bajuri ‘ala Syarh Ibnu Qasim al-‘Ubadi, Beirut, Dar al-Fikr, cetakan kedua, 2002, jilid II, halaman: 270 – 271)*

“`Selain itu, secara subtansial zakat termasuk kategori kewajiban yang mempunyai dua tinjauan“` (murakkab), “`yaitu“` *tinjauan ta’abbudi* (penghambaan diri kepada Allah) dan *tinjauan sosial.*
“`Tidak seperti pelemparan jumrah dalam ritual haji yang tinjauannya hanya“` *ta’abbudi,* “`tidak pula seperti melunasi hutang yang tinjauannya berkisar sisi sosial saja. Tinjauan sosial zakat terlihat pada objek utamanya, yaitu“` *pemenuhan kebutuhan hidup mustahiqqin* (para penerima zakat) “`yang mayoritas masyarakat ekonomi kelas bawah, dan peningkatan taraf hidup mereka, supaya terentas dari kemiskinan, hidup layak, tak sekadar bergantung pada uluran tangan orang lain, dan berbalik menjadi penolong bagi orang lain yang masih berkubang di jurang kemiskinan. Sementara tinjauan“` *ta’abbudi* “`yang tidak kalah penting dari tinjauan sosial terletak pada keharusan memenuhi berbagai cara pengalkulasian, pendistribusian, dan aturan-aturan lainnya yang harus dipatuhi oleh seorang muzakki“` (orang yang membayar zakat), “`sehingga zakat yang ditunaikan menjadi sah secara syar’i. Dari tinjauan inilah (ta’abbudi) zakat menjadi salah satu rukun islam yang sejajar dengan shalat, puasa, dan haji. Sudah menjadi hal yang maklum, bahwa aturan-aturan zakat bisa dikatakan tidaklah mudah. Sehingga sebelum membayar zakat, seseorang hendaknya berusaha memiliki pengetahuan yang cukup tentang zakat agar bisa melaksanakannya sesuai dengan prosedur syariat. Mulai dari klasifikasi aset wajib zakat dari aset lainnya, kalkulasi aset yang wajib dikeluarkan, hingga distribusi ke tangan“` *mustahiqqin.*
“`Semua harus dilakukan secara cermat dan tepat. Menyepelekan dan mengentengkan hal ini sebenarnya tidak berdampak negatif dipandang dari sisitinjauan sosial zakat, selama zakat sampai kepada mereka yang berhak. Namun, mengingat zakat juga mempunyai sisi“` *ta’abbudi,* “`maka hal ini akan menjadi catatan besar yang menyebabkan zakat yang dikeluarkan tidak sah. Sebagaimana yang disampaikan oleh“` *Abu Hamid al-Ghazali*
*(lihat Ihya’ Ulumiddin, Indonesia, Dar al-Kutub al-‘Arabiyah, cetakan kedua, 2005, jilid I, halaman: 213).*


*NIAT NIAT ZAKAT FITRAH


*Seluruh amal ibadah harus melibatkan niat.* “`Bukan hanya ibadah wajib tapi juga ibadah sunnah. Niat merupakan bagian dari penentu sah atau tidaknya suatu amalan. Tak terkecuali pada pelaksanaan“` *zakat fitrah,* “`yang wajib ditunaikan oleh setiap individu muslim, baik laki-laki, perempuan, dewasa, anak-anak, merdeka, ataupun hamba sahaya. “`
*Muhammad bin Qasim Al-Ghazi* “`dalam“` *Fathul Qarib* “`menjelaskan, ada tiga kondisi yang membuat orang wajib membayar zakat.“`
*Pertama,
*beragama Islam.

*Kedua,
*menjumpai waktu wajibnya zakat,* “`yakni akhir bagian dari Ramadhan dan awal bagian dari Syawal. Orang yang meninggal sebelum masuk 1 Syawal tak wajib zakat fitrah, begitu pula bayi yang lahir setelah habis bulan Ramadhan. “`

*Ketiga,
*memiliki makanan pokok yang melebihi dari kebutuhannya* “` dan keluarganya pada saat Hari Raya atau malamnya.
Meski wajib mengeluarkan zakat, tak semua wajib menanggung sendiri beban kewajiban itu. Si A yang bertanggung jawab atas nafkah si B, wajib mengeluarkan zakat untuk si B. Misalnya, seorang ayah wajib menanggung zakat fitrah anak-anak yang menjadi tanggungan nafkahnya.“`
*Kembali soal niat. “`Dalam konteks“` *zakat fitrah,* “`niat lebih dibutuhkan ketimbang ijab-qabul. Sebab, zakat bukanlah praktik transaksi“` (akad), “`selayak jual beli atau sewa-menyewa. Zakat adalah pemberian searah dari orang yang wajib kepada orang yang berhak. Tak ada pula syarat si penerima memberi suatu manfaat kepada si pemberi atas dasar apa yang diterima itu. Karena itu, niat dalam zakat fitrah adalah wajib, sementara ijab-qabul tidak. “`
*Niat adalah i’tikad “`tanpa ragu untuk melaksanakan sebuah perbuatan. Meski niat adalah urusan hati, melafalkannya“` (talaffudh) “`dianjurkan sebab akan membantu seseorang untuk menegaskan niat tersebut.“`
*Talaffudh“`berguna dalam memantapkan“` *i’tikad* “` karena niat terekspresi dalam wujud yang konkret, yaitu bacaan atau lafal.“`

*Berikut beberapa lafal niat zakat fitrah dalam bahasa Arab:*

*a. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

_*“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”*_

*b. Niat Zakat Fitrah untuk Istri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

_*“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”*_

*c. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

_*“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”*_

*d. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

_*“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”*_

*e. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

_*“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”*_

*f. Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

_*“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk… (sebutkan nama spesifik), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”*_

“`Saat menerima zakat fitrah, seorang penerima disunnahkan mendoakan pemberi zakat dengan doa-doa yang baik. Doa bisa dilafalkan dengan bahasa apa pun. Di antara contoh doa tersebut adalah seperti di bawah ini:“`

ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

_*“Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.”*_

_Perlu dicatat bahwa sebagaimana tak diwajibkannya *talaffudh,*_ “`penggunaan bahasa Arab ketika“` *talaffudh* “`itu dilakukan juga bukanlah keharusan. Seseorang bisa melafalkan niat tersebut dengan bahasa lokal masing-masing karena pada prinsipnya ia hanyalah ‘sarana bantu’ untuk memantapkan niat berzakat fitrah, baik untuk diri sendiri ataupun orang lain. Yang paling pokok adalah terbesit di hati bahwa dia benar-benar bersengaja untuk menunaikan zakat fitrah.“`


*_🌺🕊️WAKTU MENGELUARKAN ZAKAT FITRAH

“`Waktu Pelaksanaan Mengeluarkan Zakat Fitrah Terbagi Menjadi 5 Yaitu :

1. Waktu Wajib. Yaitu, Ketika Memasuki Bulan Ramadhan Dan Mendapati Sebagian Awalnya Bulan Syawwal. Oleh Sebab Itu, Orang Yang Meninggal Setelah Maghrib Malam 1 Syawwal, Wajib Dizakati. Sedangkan Bayi Yang Lahir Setelah Maghrib Malam 1 Syawwal Tidak Wajib Dizakati.

2. Waktu Jawaz/Boleh. Yaitu, Dari Awal Bulan Ramadhan Sampai Memasuki Waktu Wajib.

3. Waktu Fadhilah/Utama. Yaitu, Setelah Terbit Fajar Dan Sebelum Sholat Hari Raya.

4. Waktu Makruh. Yaitu, Setelah Sholat Hari Raya Sampai Menjelang Tenggelamnya Matahari Pada Tanggal 1 Syawwal.

5. Waktu Haram. Yaitu, Setelah Tenggelamnya Matahari Tanggal 1 Syawwal.
“`
_Semoga Bermanfaat_

*🌺 🕊️ J E L I T A 🕊️ 🌺*

▬▬▬▬▬▬⊰✿🌺✿⊱▬▬▬▬▬▬
*𝐂𝐚𝐡𝐚𝐲𝐚 𝐈𝐬𝐥𝐚𝐦i // 𝐒𝐲𝐢’𝐚𝐫 𝐈𝐬𝐥𝐚𝐦i*
▬▬▬▬▬▬⊰✿🌍✿⊱▬▬▬▬▬▬

▬▬▬▬▬▬⊰✿🕊️✿⊱▬▬▬▬▬▬
*🌏 𝐃𝐮𝐧𝐢𝐚 𝐈𝐬𝐥𝐚𝐦𝐢 🌏*
▬▬▬▬▬▬⊰✿🌺✿⊱▬▬▬▬▬▬


*Wallahu a’lam.*


═════•❁📚🌹📚❁•═════



*╔══•❉্᭄͜͡📘•❉্᭄͜͡🤍•❉্᭄͜͡════╗*
•❉্᭄͜͡𝕄𝔸ℝℍ𝔸𝔹𝔸ℕ
𝕐𝔸 ℝ𝔸𝕄𝔸𝔻ℍ𝔸ℕ•❉্᭄͜͡
*╚══•❉্᭄͜͡🤍•❉্᭄͜͡📖•❉্᭄͜͡════╝*



*❥●•••❀°•┈❀🌹🌹❀┈•°❀•••●❥*
*Semoga اَللّهُ senantiasa melimpahkan Rahmat Taufik serta hidayah-Nya kepada kita semua , tetap istiqamah dalam kebaikan & meningkatkan amal ibadah*

*آمِــــــــــيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِــــــــــيْنَ*
🤲🤲🤲

*••╾╌•╌••─⃟ꦽ⃟𖧷̷۪۪ᰰ᪇••🌐••᪇𖧷̷۪۪ᰰ⃟ꦽ⃟ ••─╌•╌••*
*📖🖊Dαkwαh 🇦🇸🇼🇦🇯🇦*
▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂

This site is using SEO Baclinks plugin created by Cocktail Family

Leave a Reply

Related Post

Amalan Do’a Awal Malam Sya’banAmalan Do’a Awal Malam Sya’ban



🌙🤲🏻🌙🤲🏻🌙🤲🏻🌙🤲🏻🌙🤲🏻🌙🤲🏻 🍃 Doa Awal Malam Sya’ban 🍃 بسم الله الرحمن الرحيماللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم 🌴دعاء اول ليلة من شعبان🌴  اللَّهُمَّ اخْتُمْ لَنَا شَهْرَ رَجَبٍ بِعَفْوِكَ وَ غُفْرَانِكَ

%d bloggers like this: