Kisah Anak yang Berbakti Kepada Orang Tua yang telah Meninggal dan Fahala yang Tersampaikan

0 Comments 8:56 AM


“Kisah anak yang berbakti kepada orang tua yang telah meniggal dan fahala yang tersampaikan”

Suatu hari seorang alim bermimpi bertemu dengan para ahli kubur. Dalam mimpinya ia melihat para ahli kubur sedang berebut dan memilih berbagai macam bingkisan yang berserakan.

Dan kemudian ia melihat ada satu orang yang sedang duduk acuh tidak tergiur sama sekali dengan berbagai barang berharga yang sedang diperebutkan tersebut. Orang alim ini pun dibuat heran dan penasaran.
Mengapa anda diam saja tidak seperti mereka mengambil barang-barang itu?” tanya sang alim kepada orang tersebut.

Mendapat pertanyaan itu, ia langsung menjawab bahwa mereka yang sedang sibuk itu sedang mengambil ‘paket kiriman’ dari umat Islam yang mendoakan ahli kubur berupa bacaan Al-Qur’an, sedekah dan doa.

“Saya sendiri tidak butuh ‘bingkisan’ itu sebab saya sudah punya semuanya,” jawab laki-laki itu dengan tegas

“Dari mana Anda bisa mendapatkan barang-barang itu?” tanya sang alim yang tambah penasaran.

“Saya punya anak laki² yang berjualan di pasar fulan, setiap hari dia selalu mengirim bacaan Al-Qur’an dan doa kepadaku,” jawabnya

Tidak lama kemudian, sang alim ini terbangun dari tidurnya dan semua yang terjadi dalam mimpinya itu sangat jelas teringat hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengunjungi pasar fulan dan mencari seseorang dengan ciri² yang dikatakan dalam mimpi

Berangkatlah sang alim ini menuju pasar fulan dan kemudian menemukan anak laki² penjual tersebut. Firasat orang alim ini semakin kuat ketika melihat mulut anak laki² ini tidak henti-hentinya bergerak seperti sedang membaca sesuatu.

“Saya melihat mulut Anda dari tadi tidak berhenti bergerak, kalau boleh tahu apa yang sedang dibaca?” tanya orang alim itu kepada anak tersebut

“Oh, saya sedang membaca Al-Qur’an dan saya hadiahkan khusus untuk orang tuaku yang sudah meninggal,” jawabnya.

Jawaban itu cukup memuaskan sang alim sebab apa yang disampaikan anak laki-laki itu ternyata memiliki hubungan dengan mimpi yang dialaminya.

Beberapa waktu kemudian, sang alim ini kembali bermimpi sebagaimana sebelumnya, namun ada sesuatu yang berbeda. Ia melihat orang yang dulu hanya duduk manis, sekarang juga ikut memungut ‘bingkisan’ dengan para ahli kubur lainnya. Sang alim pun bertanya
Mengapa engkau sekarang juga berebut dan memilih bingkisan tersebut?

Karena anak laki² ku sudah meninggal da tidak ada lagi yang mengirimkan doa untuk ku, jawabnya.

Ketika sudah bangun dari tidurnya, sang alim ini sedikit kebingungan hingga akhirnya ia memutuskan untuk kembali menemui anak tersebut di pasar.

Namun saat sampai di pasar, sang alim tidak menemukan anak itu sebab menurut informasi yang didapat, anak laki² yang waktu itu selalu membasahi bibirnya dengan bacaan Al-Qur’an ternyata sudah meninggal dunia.

Akhirnya sang alim pun menyimpulkan bahwa orang yang di mimpi pertama hanya duduk manis kemudian di mimpi kedua sibuk berebut ‘bingkisan’ itu ternyata sudah tidak lagi mendapat kiriman doa dari anaknya.

Dzikir yang berisi doa dan bacaan ayat suci Al-Quran atau juga sedekah yang dilakukan orang hidup kemudian ‘dikirimkan’ untuk orang yang sudah meninggal dunia sesungguhnya bisa sampai dan memberi manfaat bagi ahli kubur.

#Referensi kitab I’anatut Thalibin jilid 2 halaman 143.

This site is using SEO Baclinks plugin created by Cocktail Family

Leave a Reply

Related Post

%d bloggers like this: